Fri. Aug 12th, 2022

Mewujudkan insan yang Qur’ani, Amali, dan Saintis sehingga mampu mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 4 Tips Memutuskan Pesantren biar Cocok Tujuan Agar Calon Santri Senang , Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Beberapa waktu ini sebagai babak mulai dibukanya registrasi tahun tuntunan baru untuk calon santri yang berkemauan masuk pesantren. Bersamaan dengan itu, beberapa sekolah juga mulai masuk babak kelulusan pelajarnya. Entahlah itu dari tingkatan SD, SMP atau SMA.

Untuk kalian yang ingin daftarkan diri ke pesantren, atau mendaftar anak atau sanak keluarga, saya sedikit ada panduan untuk pilih pesantren pas dan tentu saja supaya sang calon santri betah.

1. Tetapkan lebih dulu tipe pesantrennya

Sepengetahuan saya ada banyak tipe pesantren di Indonesia. Pertama, pesantren salaf. Pesantren ini mode pengajarannya cuman pesantren saja tanpa sekolah . Maka, cuman ngaji atau belajar pengetahuan agama saja, tanpa sekolah resmi.

2. Tentukan di luar atau dalam wilayah

Umumnya wilayah di Indonesia khususnya di pulau Jawa, tentu ada pesantrennya. Minimal satu atau dua pesantren. Oleh karenanya, perlu ditetapkan lebih dulu ingin tentukan di wilayah sendiri, di luar kota, atau bahkan juga di luar propinsi sekalinya. Menurut saya ini cukup penting diingat juga saat sebelum mandaftar.

Perlu diperhitungkan lebih dulu, apa calon santri telah mempunyai bibit kemandirian atau memang belum. Jika sudah, ya boleh-boleh saja ingin ditempatkan di wilayah mana saja, bahkan juga jauh sekalinya.

Jika kurang demikian berdikari, lebih bagus mencari di wilayah sendiri saja supaya sang calon santri menyesuaikan berdikari secara perlahan-lahan dan faksi wali santri gampang mengunjungi saat ada kepentingan. Bukanlah menganakemaskan santri baru, namun bila terlampau dipaksa, ngerinya santri ini akan tidak betah di awal mula adaptasinya.

Nach, jika santrinya telah menyesuaikan dan sudah berdikari, karena itu sah-sah saja mempelajari ke lokasi yang lebih jauh untuk perdalam keilmuan dan pengalaman.

3. Tiap pesantren umumnya mempunyai konsentrasi keilmuan agama

Tiap pesantren tentu mempunyai konsentrasi keilmuan agama, atau minimal mempunyai supremasi keilmuan yang diberikan di pesantrennya. Contoh, pada tempat saya belajar konsentrasi pada keilmuan Fiqih, ada juga Pondok pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri yang konsentrasi pada Tasawuf. Bahkan juga beberapa ada yang konsentrasi cetak santri Tahfidz.

Nach, tinggal samakan dengan ketertarikan, kenyamanan, atau kegemaran dari calon santrinya. Ini mempunyai tujuan supaya ketrampilan calon santri lebih terbiasa dan santri nyaman dengan evaluasi yang berjalan di pesantrennya.

4. Mencari informasi sekitar tingkat keterdisiplinan pesantren tujuan

Kemungkinan ini penting jadi perhatian. Masalahnya umumnya santri yang tidak betah itu karena perbedaannya dengan mode kedisiplikan dari pesantrennya.

Maka ada banyak pesantren yang mempunyai tingkat keterdisiplinan yang tinggi, bahkan juga ada yang tidak membolehkan santri keluar sama sekalipun. Tetapi, ada juga yang tidak ketat sedikit juga, bahkan juga memercayakan kesadaran dari masing-masing pribadi.

Untuk calon santri yang berpola berpikir gampang berkembang, gampang berpikiran dewasa, gampang pahami, gampang sesuaikan keadaan, walau sang calon santri ini nakal sekalinya, karena itu tidak jadi permasalahan ditempatkan di pesantren yang tidak ketat. Masalahnya kenakalannya akan luntur sendirinya saat menyaksikan keadaan sekelilingnya tanpa desakan.

Nach, sementara untuk calon santri yang sedikit bebal, nakal, sulit ditata, dan lain-lain, saya anjurkan tidak boleh ditempatkan pada tempat yang benar-benar disiplin. Iya jika ia gampang pahami dan dewasa, lah jika tidak? Bisa saja sang calon santri justru tidak betah. Saya anjurkan simpanlah calon santri ini pada tempat yang tingkat keterdisiplinannya tengahnya, tidak terlampau ketat, tetapi juga tidak terlampau kendur.

Dan yang disiplin dan sangat ketat, kemungkinan lebih pas untuk mode santri yang memiliki integritas tinggi, loyalitas tinggi dan sejenisnya. Masalahnya santri itu akan terpicu dengan cuaca pada tempat itu.

By nasya