Sun. Dec 4th, 2022

Pria Di Tulungagung, Ditangkap Di Warung Lantaran Edarkan Obat Penenang |  Sumenep TIMES

Merasa cemas atau panik merupakan hal yang wajar dalam menjalani kehidupan, apalagi di jaman sulit seperti sekarang ini yang banyak timbul persoalan yang harus dihadapi.

Namun kecemasan yang berlarut-larut sampai mengganggu aktivitas sehari-hari tentunya harus anda waspadai dan segera ditangani.

Nah, untuk menangani rasa kecemasan yang berlarut-larut tersebut anda bisa menggunakan alprazolam.

Apa itu alprazolam? Alprazolam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan gangguan panik. Obat yang biasanya diperuntukkan untuk pengobatan jangka pendek ini hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter.

Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan zat kimia alami GABAA (gamma aminobutyric acid-A) di sistem saraf pusat. Dengan menggunakan alprazolam akan menghasilkan efek tenang sehingga gejala gangguan kecemasan serta gangguan panik pun dapat mereda.

Alprazolam bisa dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, obat hanya boleh digunakan apabila besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin. Sedangkan bagi ibu yang sedang menyusui tidak dibolehkan mengonsumsinya karena alprazolam bisa terserap ke dalam ASI.

 

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Alprazolam

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa alprazolam hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Sebelum mengonsumsinya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, yaitu:

  • Informasikan kepada dokter terkait riwayat alergi yang anda miliki. Pasalnya, alprazolam tidak boleh diberikan kepada mereka yang alergi terhadap obat ini atau obat golongan benzodiazepine.
  • Informasikan kepada dokter jika anda pernah atau sedang menderita glaukoma sudut tertutup. Alprozolam tidak boleh dberikan kepada mereka yang dengan kondisi tersebut.
  • Informasikan kepada dokter apabila anda mengalami kecanduan alkohol, penyalahgunaan NAPZA, dan gangguan mental seperti depresi atau bahkan pernah melakukan percobaan bunuh diri.
  • Informasikan kepada dokter jika anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit hati, ataupun gangguan pernapasan, seperti sleep apnea maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Selama menjalani pengobatan menggunakan alprazolam, jangan mengonsumsi minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Dengan mengonsumsi alprazolam bisa menyebabkan kantuk, maka dari itu jangan mengemudikan kendaaran, menggunakan mesin, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kesigapan dan konsentrasi setelah mengonsumsinya.
  • Informasikan kepada dokter jika anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan. Agar lebih aman gunakan alat kontrasespsi selama menjalani pengobatan dengan alprazolam.
  • Informasikan kepada dokter apabila anda sedang menggunakan produk herbal, suplemen, ataupun obat, termasuk obat golongan opioid (obat anti jamur).
  • Segera temui dokter apabila anda mengalami reaksi alergi obat, kecanduan, overdosis, atau efek samping yang cukup serius setelah mengonsumsi obat tersebut.

 

Dosis dan Aturan Pakai Alprazolam

Gunakan alprazolam sesuai dengan dosis yang ditentukan. Berikut dosis obat berdasarkan kondisi yang akan diatasi dan usia pasien:

Kondisi: Pengobatan gangguan kecemasan

  • Dewasa: 0,25 – 0,5 mg, sebanyak 3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan tiap 3-4 hari hingga mencapai dosis 3-4 mg per hari, berdasarkan respons dan konsisi pasien, Durasi pengobatan 8-12 minggu.
  • Lansia: 0,25 m, sebanyak 2-3 kali sehari. Jika dibutuhkan, dosis bisa ditingkatkan berdasarkan kondisi serta respons tubuh pasien.

Kondisi: Gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

  • Dewasa: Dosis awal 0,5 mg, sebanyak 3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan maksimal sebanyak 1 mg per hari tiap 3-4 hari. Jika dibutuhkan, dosis bisa ditingkatkan hingga maksimal 10 mg per hari.
  • Lansia: Dosis awal 0,25 mg, sebanyak 2-3 kali sehari. Jika dibutuhkan, dosis bisa ditingkatkan berdasarkan kondisi serta respons tubuh pasien.

By Drajad