Sun. Sep 25th, 2022

Domesticating translation adalah ideologi penerjemah yang berorientasi pada BSa. Ideologi ini meyakini bahwa penerjemahan yang betul, berterima, dan baik adalah yang sesuai dengan selera dan harapan pembaca yang menginginkan teks terjemahan yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat BSa. Intinya, suatu terjemahan diharapkan tidak terasa seperti terjemahan. Terjemahan harus menjadi bagian dari tradisi tulisan dalam BSa. Oleh karena itu, penerjemah apa yang diperlukan agar terjemahannya tidak dirasakan sebagai karya asing bagi pembacanya. Sekait dengan Diagram-V dari Newmark, biasanya metode yang dipilih pun adalah metode yang berorientasi pada BSa seperti adaptasi, penerjemahan idiomatik, dan penerjemahan komunikatif.

 

 

Bagi Penerjemah Tersumpah penganut ideologi domesticating, kata-kata asing seperti Mr, Mrs, Uncle, Aunt dan sebagainya harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar keseluruhan terjemahan hadir sebagai bagian dari bahasa Indonesia sehingga berterima di kalangan pembaca BSa. La akan berusaha memperkenalkan kebudayaan Indonesia pada dunia luar karena baginya penerjemahan yang betul adalah yang berterima dalam BSa dan tidak menghadirkan sesuatu yang asing.

 

Kecenderungan ini sudah dikemukakan pula oleh pakar teori penerjemahan, Nida dan Taber dalam Hoed (2006: 84) yang secara tegas mengemukakan bahwa penerjemahan yang baik berorientasi pada keberterimaan dalam bahasa pembacanya. Kedua pakar ini dipandang sebagai pen dukung ideologi yang berorientasi pada kebudayaan BSa atau domestication.

 

Baca artikel terkait : Jasa Penerjemah

 

Kedua ideologi ini merupakan salah satu masalah pilihan dalam penerjemahan, merupakan penentuan cara pandang dan hal ini merupakan tahap yang cukup pen ting dalam penerjemahan. Memilih ideologi foreignizing atau domesticating translation lain tidaklah salah, karena keduanya mewakili aspirasi yang ada dan telah disepakati di kalangan masyarakat dan tentu saja disesuaikan dengan need dan audience analysis.

 

Ciri Teks yang Berorientasi ke Domestikasi

 

1. Ideologi penerjemahan yang berorientasi pada BSa 2. Ideologi ini meyakini bahwa penerjemahan yang betul, berterima, dan baik adalah yang sesuai denganselera dan harapan pembaca yang menginginkan teks terjemahan yang sesuai dengan kebudayaan masya rakat BSa.

3. Intinya, suatu terjemahan diharapkan tidak terasa se perti terjemahan. Terjemahan harus menjadi bagian dari tradisi tulisan dalam BSa.

 

4. Penerjemah menentukan apa yang diperlukan agar terjemahannya tidak dirasakan sebagai karya asing bagi pembacanya.

5. Sekait dengan Diagram-V dari Newmark, biasanya metode yang dipilih pun adalah metode yang ber orientasi pada BSa seperti adaptasi, penerjemahan idiomatik, dan penerjemahan komunikatif.

6. Bagi penganut ideologi domesticating, kata-kata asing seperti Mr, Mrs, Uncle, Aunt dan sebagainya harus di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar kese luruhan terjemahan hadir sebagai bagian dari bahasa Indonesia sehingga berterima di kalangan pembaca BSa.

7. Penerjemah akan berusaha memperkenalkan kebu dayaan Indonesia pada dunia luar karena baginya penerjemahan yang betul adalah yang berterima dalam BSa dan tidak menghadirkan sesuatu yang asing.

8. Penerjemahan yang baik berorientasi pada keberteri maan dalam bahasa pembacanya (Nida dan Taber dalam Hoed (2006: 84)

9. Ideologi domestikasi meliputi jenis-jenis penerjemah an adaptation, free translation, idiomatic transla tion.

10. Ideologi domestikasi menggunakan kata-kata, istilah dan ungkapan Bsa.