Tue. Jan 18th, 2022

Sebelum lanjutkan artikel Ini Hukum Apabila Terlambat Melaksanakan Aqiqah Anak, Sekedar kami info:

Jika anda berminat mencari Jasa Aqiqah Terpercaya dan Profesional dengan harga murah kunjungi website Jasa Aqiqah Jabodetabek

Tidak ada yang kekal. Kelahiran serta kematian adalah suatu hal yang benar berlangsung di bumi ini. Kalau satu orang mati, karenanya pastilah ada skedul yang penting dipersiapkan. Dalam Islam salah satunya pemandian mayat, sholat mayat, sampai pengangkutan ke penyemayaman.

Jadi bagaimanakah sama mereka yang anyar lahir ke muka bumi? Mereka pula punyai skedul yang penting dipersiapkan. Di Islam beribadah itu itu dimaksud aqiqah.

Artian aqiqah merupakan beribadah yang sedang dilakukan jadi wujud sukur atas kelahiran dari orang manusia. Wujud aqiqah adalah sembelihan yang disembelih lantaran kelahiran anak. Ada hadits yang berkata kalau aqiqah merupakan hak anak.

Menurut beberapa ulama dasar hukum Aqiqah merupakan sunnah muakkad, meskipun sang ayah tengah pada situasi sulit. Aqiqah udah dijalankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. serta beberapa kawan dekatnya.

Terkait waktu realisasi aqiqah, ada bimbingan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai halnya hadist berikut ini;

Dari Samurah bin Jundub (diriwayatkan kalau) sebetulnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: “Tiap-tiap anak terkait terhadap aqiqahnya, disembelih atas namanya di hari ke-7  (kelahirannya), dicukur (rambutnya) serta disebut” (HR. Abu Dawud).

Dari hadist itu dapat dimengerti kalau aqiqah dijalankan di hari ke-7  sehabis kelahiran sang bayi. Lantas pertanyannya bagaimana kalau orang anak telat diaqiqah?

Baik. Menurut beberapa ulama, kalau tidak dapat dijalankan di hari ke tujuh itu, karenanya bisa dijalankan pada beberapa hari yang lain kendur. Walau demikian waktunya terbatasi sampai anak itu baligh, sebagai halnya disyaratkan dalam hadits di atas lewat kata “ghulam” yang mempunyai arti anak. Bila sudah baligh karena itu tidak disunnahkan kembali mengerjakan aqiqah lantaran udah jauh waktunya dari hari kelahirannya.

Oleh lantaran itu, kalau ayah saudara tidak mengerjakan aqiqah atas nama anda dulu, karenanya anda tidak punya keharusan buat mengaqiqahi diri pribadi. Anda pun tidak usah berasa bersalah atau berdosa kepada diri pribadi atau ayah anda, lantaran hukum aqiqah pula bukan penting, namun sunnah muakkadah.

Anda pun tidak usah mengaqiqahi diri pribadi di saat udah dewasa lantaran hal demikian tidak disyariatkan serta tidak disunnahkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam., beberapa kawan dekat serta beberapa ulama tidak mengerjakan soal itu.

Info Lainnya kunjungi jasa layanan aqiqah terpercaya dan profesional

By nasya