• Tue. Jun 15th, 2021

Jenis-Jenis Pintu Berdasarkan Bahan Bakunya

Bystarwarsgaming

Dec 8, 2020

Sebelum membahas, kami juga menyediakan jasa pintu folding gate yang berfungsi mengamankan isi bangunan dari hal hal yang tidak diinginkan, dengan pekerjaan berkualitas tinggi dan harga murah.

Pintu adalah bagian pertama dari rumah yang akan dilihat oleh siapa pun yang memasuki rumah kita. Makanya, banyak orang yang fokus pada pintu, lewat desain dan warna yang digunakan.

Padahal, ada fungsi pintu yang tak kalah pentingnya, yaitu untuk melindungi rumah kita. Oleh karena itu perlu diperhatikan kekuatan dan keawetan pintu, termasuk jenis bahan baku yang digunakan.

Pintu Aluminium

Jenis pintu ini cocok digunakan di rumah dengan desain modern atau kekinian. Pintu alumunium umumnya terbuat dari kaca, dengan bahan alumunium. Plus, tidak perlu dicat ulang. Jika suplai pendek, maka tidak bisa ditutup lagi. Jadi, Anda perlu mengkonfirmasi warna sebelum membeli.

Pintu Kayu

Pintu kayu dapat menampung berbagai macam desain interior dan eksterior rumah. Efek hangat dan alami yang tercipta dapat menyamai desain modern dan modern. Keuntungan menggunakan pintu kayu adalah Anda bebas memilih warna cat yang ingin digunakan.

Anda bahkan bisa mengubah warnanya saat bosan. Kekurangan dari pintu kayu ini adalah berhati-hati dalam memilih bahannya, karena jika kualitas kayunya rendah dapat mengurangi kekuatannya dan tidak tahan terhadap suara. Selain itu, perawatan rutin seperti penyegelan kembali diperlukan.

Pintu Louvre

Pintu jenis ini memiliki bagian horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara jika diperlukan privasi dan keamanan. Yang menambahkan adalah masih ada aliran udara meski pintu ditutup.

Jika rusak, lebih sulit untuk dibersihkan dan harus memastikan kelancaran pekerjaan mekanis.

Pintu Flush

Ini adalah pintu yang paling mudah dibandingkan jenis pintu lainnya. Ini karena permukaan pintunya benar-benar datar. Pintu kamar mandi biasanya digunakan di dalam ruangan. Pintu kamar mandi biasanya terbuat dari fiberglass atau kayu. Lebih murah. Kerugiannya adalah permukaannya buram dan tidak dihias, tidak cocok untuk pintu utama.

Pintu Rel

Pintu gaya lama ini terbuat dari serpihan kayu. Penunjukannya tergantung pada komponennya. Komponen vertikal disebut tiang dan komponen horizontal disebut rel. Selain itu, ini adalah blok kompak untuk ketahanan suara dan suhu ruangan dan paling cocok untuk desain rumah di negara ini. Kerugiannya adalah tidak cocok untuk desain interior kontemporer dan untuk permukaan padat yang tidak bisa ditembus.

Pintu Swing / Pintu kupu-kupu

Pintu ayun atau yang paling sering disebut dengan pintu kupu-kupu adalah jenis pintu yang paling umum, pintunya bisa berputar di sudut, dan kadang digunakan berpasangan. Yang terbaik dari semuanya, engsel lebih mudah dipasang daripada rel dan lebih mudah dirawat, tidak perlu bantalan pintu. Kekurangannya, membutuhkan ruang untuk mengayun atau membuka pintu.

Pintu Geser

Pintu ini biasanya digunakan untuk halaman belakang rumah atau kamar mandi. Pintu geser sering juga disebut pintu saku karena dimasukkan ke dalam saku di bagian belakang dinding saat pintu dibuka. Keunggulannya adalah menghemat tempat, memberikan kesan bersih dan rapi.

Kerugiannya adalah harus memiliki struktur penahan beban yang kuat di atasnya sehingga bisa digantung. Selain itu, mungkin akan dilepas dari rel pengaman dan rel pintu sulit dipasang.

Berikut ini adalah beberapa jenis pintu berdasarkan bahan baku yang digunakan. Pilih jenis pintu yang sesuai dengan desain rumah Anda. Agar tercipta keharmonisan dalam desain rumah Anda. Pastikan juga material pintu yang Anda gunakan sesuai dengan film yang Anda buat.