Sun. Nov 27th, 2022

OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) mempunyai karakteristik yang dapat diukur atau dibaca sengan Flow Meter Tokico. Berikut ini beberapa karakteristik tersebut:

  1. Mengukur ORL atau Optical Return Loss yang timbul akibat refleksi cahaya dikarenakan adanya sambungan kabel atau connector;
  2. Mengukur end to end loss di dalam satu span kabel serat optik;
  3. Mengukur splice loss, yaitu sebuah loss yang ditimbulkan karena sambungan kabel serat optik sebelumnya putus atau dikenal juga dengan istilah fiber cut;
  4. Mendeteksi sebuah degradasi power output dari sumber cahaya optik atau laser source yang berupa perangkat transmitter optic; OSN, Metro, DWDM, dan lainnya;
  5. Mengukur panjang dari kabel serat optik;
  6. Mengukur jarak, yaitu titik lokasi di dalam suatu link, berupa ujung link atau disebut juga dengan patahan.

    Mekanisme Kerja OTDR

    OTDR mempunyai mekanisme kerja secara umum, antara lain:

    1. Sinyal cahaya akan dimasukkan ke dalam kabel fiber optik;
    2. Sebagian sinyal tersebut akan  dipantulkan kembali, sehingga dapat diterima oleh penerimanya atau receiver;
    3. Sinyal balik yang berhasil diterima akan dikategorikan sebagai loss;
    4. Waktu tempuh yang diperlukan sinyal akan digunakan dalam menghitung jarak.

    Fungsi OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)

    Fungsi yang dapat dilakukan oleh OTDR, antara lain:

    1. Mengukur loss dalam satuan panjang. Loss yang ada saat instalasi fiber optik akan mengasumsikan redaman dari fiber optik tertentu yang ada dalam loss per satuan panjang dari kabel. OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) dapat mengukur redaman yang ada sebelum maupun setelah instalasi, sehingga dapat digunakan untuk memeriksa ketidaknormalan. Wujud ketidaknormalan ini dapat berupa bengkokan (bend) atau beban yang tidak diharapkan;
    2. Melakukan evaluasi terhadap sambungan dan juga konektor saat instalasi. OTDR dapat digunakan untuk memastikan terjadinya redaman sambungan maupun konektor masih berada di dalam batas yang diperbolehkan atau tidak;Fault Location Fault merupakan kondisi dari letaknya fiber optik atau sambungan yang dapat terjadi saat instalasi atau pun setelah instalasi. OTDR ini dapat menunjukkan lokasi dari fault atau ketidaknormalan yang terjadi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melihat jarak dari end of fiber pada OTDR (Optical Time Domain Reflectometer). Saat terjadi kondisi kurang dari jarak yang sebenarnya maka pada jarak tersebut akan terjadi kebocoran atau kerekatan dalam asumsi set OTDR yang benar. End of fiber dalam OTDR ditandai dengan timbulnya daya dB yang dapat disesuaikan dengan adanya menset yang berfluktuasi.Terdapat beberapa istilah yang diguankan dalam pengukuran menggunakan OTDR, yaitu:
      1. Even Zone merupakan daerah dimana terdapat dua kejadian, namun akan terdeteksi sebagai satu kejadian saja;
      2. Dead zone merupakan daerah pada fiber optik yang terjadi perubahan daya secara tidak linier dan kondisi ini tidak dapat dilakukan analisis. Panjang dead zone untuk fiber atau serat optik yang ada di pasaran biasanya adalah 25 meter. Dalam OTDR tampilan grafik akan terlihat menyerupai lonjakan daya sesaat yang terjadi pada bagian awal serat optik;
      3. Dynamic Range merupakan panjang maksimum atau dapat juga disebut dengan jangkauan maksimum yang ditampilkan oleh OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) pada sumbu horizontal;
      4. End of Fiber adalah ujung dari kabel serat optik.Nilai dari ODC ke ODP atau Optical Distribution Point nilai yang ada sbeaiknya antara 8 hingga 10. Keluaran dari ODP menuju ONT berkisar antara 16 hingga, berada dalam batas yang paling mendekati loss.  Saat ingin melakukan installasi secara aturan, maka  sebaiknya redaman semakin jauh dengan kondisi masih dalam batas kisaran. Saat dilapangan fungsi OTDR sangat vital untuk mengukur panjang kabel serat optik, sehingga dapat diketahui jarak dari lokasi atau titik kabel serat optik yang putus terhadap perangkat optik yang terinstal.

By Drajad