Wed. Aug 17th, 2022

Debit adalah banyaknya aliran air persatuan pas dinyatakan dalam mtr. kubik per detik atau liter per detik dengan Water Meter 2 Inch. Pengukuran debit air penting untuk tahu kuantitas air ada untuk kepentingan lainnya.

Cara-cara pengukuran debit air ada 6 macam, yakni metode aung, current meter, sekat ukur cipoletti, sekat ukur Thomson, alat ukur Romijn, dan alat ukur ambang lebar. Hal ini ditunaikan bersama cara mengadakan pengukuran di lapangan, sebagai berikut:

Metode Apung

Adalah mengukur kecepatan aliran air bersama “benda terapung”. Cara ini merupakan cara yang paling simple dan digunakan seandainya tidak ada peralatan lain utnuk mengukur debit air.

Prinsip pengukuran debit didasarkan kepada pengukuran kecepatan aliran air (V) dan luas penampang basah saluran (A), sesuai bersama rumus Q= VxA di mana Q bermakna Debit (liter/detik), V = Kecepatan aliran dan A = luas penampang basah saluran (meter persegi).

Current Meter

Adalah alat pengukur debit air yang lebih detil dan dipakai secara luas. Prinsip pengukuran debit bersama cara ini adalah terdiri dari baling-baling dipasang menantang arus. Arus air memutarkan baling-baling. Banyaknya putaran per detik dicatat oleh counter.

Kecepatan aliran dihitung berdasarkan rumus; V = an + b, di mana V = kecepatan aliran air, n = banyaknya putaran baling-baling, a dan b = konstanta tiap baling-baling. Debit air dihitung berdasarkan rumus: Q = V x A, di mana Q = debit air, dan A = luas penampang saluran.

Kapasitas Lapang, Titik Layu Permanen dan Air Tersedia

Kapasitas lapang adalah suasana tanah yang lumayan lembab yang menunjukan kuantitas air terbanyak yang sanggup ditahan oleh tanah pada gravitasi. Air yang sanggup ditahan oleh tanah berikut konsisten menerus diserap oleh akar-akar tanaman yang menguap, agar tanah tambah lama tambah mengering.

Titik layu permanen adalah suatu suasana di mana tanaman tidak sanggup ulang menyerap/menghisap air dari dalam tanah, dan selanjutnya tanaman pun menjadi mati.

Air ada adalah suatu suasana air dalam tanah yang mudah diserap oleh akar-akar tanaman. Sehingga air ada merupakan selisih antara kandungan air pada kapasitas lapang dikurangi pada titik layu permanen.

By toha