Pengertian dan Contoh Akuisisi

Pengertian dan Contoh Akuisisi

Pengertian Akuisisi

Akuisisi perusahaan secara sederhana dapat diartikan sebagai pengambilalihan perusahaan dengan mengakuisisi saham mayoritas dalam perusahaan sehingga menjadi pemegang saham mayoritas. Dalam hal akuisisi, perusahaan pengakuisisi (acquirer) dan perusahaan pengakuisisi (acquirer) tetap merupakan badan hukum yang berdiri sendiri.

 

Istilah Akuisisi

Istilah akuisisi sendiri berasal dari bahasa Inggris “acquisition”, sering disebut dengan istilah “take over”. “Akuisisi” atau “akuisisi” berarti akuisisi kepemilikan mayoritas di satu perusahaan oleh perusahaan lain (satu perusahaan mengambil alih kepemilikan mayoritas di perusahaan lain). Rumusan pengambilalihan itu sendiri terdiri dari ‘friendly takeover’ (akuisisi ramah) atau biasa akuisisi, serta ‘bermusuhan pengambilalihan’ (akuisisi tidak ramah) atau sering disebut sebagai afiliasi perusahaan. Akuisisi tersebut terjadi melalui pembelian hak suara dari perseroan (the fixed voting rights) atau pembelian saham dalam perseroan.

 

Pengambilan Perseoran Menurut Pasal 1 angka 11 UURI nomor 40 tahun 2007

Pengambilalihan perseroan (akuisisi) menurut pasal 1 angka 11 UURI nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan dan yang mengakibatkan terjadinya pengalihan kendali atas perusahaan. Sedangkan pengambilalihan (akuisisi) menurut pasal 1 adalah nomor 3 PP no. 27 Tahun 1998 perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih suatu perseroan seluruhnya atau sebagian timbul dari peralihan penguasaan perseroan tersebut.

Akuisisi (akuisisi) dalam arti Art. 1 Tidak. 3 PP 57 Tahun 2010 adalah perbuatan hukum oleh pelaku ekonomi untuk mengambil alih saham dalam suatu entitas ekonomi, yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas entitas ekonomi tersebut. Pengusaha dalam pengertian Pasal 1 Nomor 8 PP Nomor 57 Tahun 2010 adalah setiap orang perseorangan atau badan hukum, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum, yang didirikan dan bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia saja atau bersama-sama. melalui perjanjian untuk berbagai kegiatan usaha di bidang ekonomi

 

Contoh Akuisisi

Akuisisi saham mayoritas pabrik rokok asal Indonesia (PT HM Sampoerna) oleh perusahaan rokok AS (Philip Morris Ltd). Akibat pengambilalihan tersebut, kendali PT HM Sampoerna atas perusahaan tidak lagi berada di tangan keluarga Sampoerna, melainkan di tangan Philip Morris Ltd.

 

Larangan Akuisisi

Seperti ketentuan hukum lainnya, ada juga beberapa larangan pembelian dalam peraturan pengadaan. Karena tidak mungkin aksi korporasi merugikan pihak tertentu, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi kepentingan semua pihak. Dalam hukum. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas, ada larangan akuisisi, yang mengatur bahwa kepentingan pihak-pihak berikut harus diperhitungkan dalam penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan yang sah:

  • Perusahaan, pemegang saham minoritas, karyawan perusahaan;
  • Kreditur dan mitra usaha lain perusahaan; dan
  • Masyarakat dan persaingan sehat dalam dunia usaha.

Sumber Rangkuman Terlengkap : https://www.seputarilmu.com/