Pengertian Dan Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka panjang mengacu pada investasi yang menunggu lebih dari satu tahun untuk menikmati manfaatnya. Pengembalian investasi jangka panjang lebih besar daripada pengembalian jangka pendek.

Sementara itu, investasi jangka pendek mengacu pada investasi yang dapat menikmati keuntungan dalam waktu singkat, biasanya terdiri dari instrumen pasar uang.

Saat Anda mulai merambah dunia investasi, tentunya Anda sudah tidak sabar untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari dana yang Anda investasikan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, investasi ini sangat cocok untuk Anda dan mudah dipelajari.

Jadi, produk apa yang dimiliki Indonesia?

Apa itu investasi jangka pendek?

Sebelum membahas jenis-jenis tersebut lebih jauh, sebaiknya pahami dulu pengertiannya. Mengutip IDX Channel, investasi jangka pendek adalah investasi dalam waktu singkat atau hanya sekitar satu tahun.

Menurut ulasan situs liputan.co, Jenis investasi ini juga sangat kecil, biasanya nilainya akan terus meningkat, tetapi jumlahnya tidak akan terlalu besar. Dana investasi biasanya dikelola dalam hal-hal yang mudah diperjualbelikan atau clear.

Oleh karena itu, dibandingkan dengan investasi jangka panjang, jenis investasi ini memiliki risiko yang lebih rendah, namun tetap menghasilkan keuntungan yang tidak lebih rendah dari investasi lainnya.

Jenis investasi jangka pendek

Pada dasarnya, ada beberapa jenis investasi jangka pendek. Jenisnya antara lain instrumen pasar uang seperti deposito, obligasi pemerintah, fintech peer-to-peer (P2P) loan, dan saham.

Deposito

Pengaturan simpanan sendiri sebenarnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Dengan mengacu pada Pasal 1 undang-undang tersebut, deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan antara penyimpan dengan bank. Sertifikat titipan adalah titipan dalam bentuk sertifikat titipan yang dapat dipindahtangankan.

Deposito berjangka tergolong investasi jangka pendek karena nasabah dapat menyimpan dan menarik dana dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Jangka waktu deposito berkisar dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dua belas bulan hingga dua tahun.

Dana simpanan hanya dapat ditarik pada saat jatuh tempo. Jadi, Anda tidak bisa menyeretnya sesuka hati. Tingkat keamanan simpanan juga terjamin, karena diatur oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar.

Suku bunga produk simpanan cukup tinggi.

Surat utang negara (SUN)

Surat Utang Negara (SUN) adalah surat utang yang diterbitkan negara untuk penanam dana.

Cara kerja obligasi pemerintah adalah negara mengirimkan surat kepada investor. Kemudian, sebagai penanam modal dalam piutang, sebagian dananya akan diinvestasikan di dalam negeri sehingga dana tersebut akan dikelola oleh negara dan digunakan untuk pembangunan dan kebutuhan nasional.

Keuntungan dari operasi modal dibayarkan oleh negara kepada investor dalam bentuk bunga. Beberapa produk obligasi pemerintah lainnya adalah obligasi dan obligasi syariah.

Reksa dana

Produk investasi ini dirancang untuk menghimpun dana dari orang-orang yang memiliki modal dan kemauan untuk berinvestasi tetapi memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksa dana diharapkan dapat meningkatkan peran investor lokal di pasar modal Indonesia.

Ada tiga hal yang berkaitan dengan definisi ini. Pertama, adanya pendanaan dari komunitas investor. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio investasi surat berharga.

 Investasi jangka pendek paling menguntungkan

Jadi, apa investasi jangka pendek yang paling menguntungkan? Setiap jenis investasi jangka pendek sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mendapatkan hasil maksimal dari investasi jangka pendek.

Berikut adalah beberapa tips.

  1. Apa tujuan investasi kamu?

Sebelum berinvestasi, Anda perlu memahami tujuan dari investasi itu sendiri. Apa yang sebenarnya mendorong Anda untuk berinvestasi?

  1. Mengetahui kinerja produk investasi

Setelah menetapkan tujuan, Anda perlu memahami produk investasi. Jika Anda tidak memahami perkiraan produk investasi Anda, Anda mungkin akan kehilangan uang.

  1. Berinvestasi dengan strategi

Investasi lebih dari sekedar dana investasi. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, termasuk dalam investasi jangka pendek, Anda perlu menganalisis kinerja produk investasi. Untuk dapat melakukan analisis, diperlukan pemahaman yang luas tentang investasi itu sendiri.