• Thu. Dec 3rd, 2020

Pengertian Firmware

Byzuzum gaul

Nov 14, 2020

Dalam dunia komputer terdapat istilah-istilah seperti perangkat keras dan perangkat lunak yang saling melengkapi untuk membuat sebuah komputer bekerja dengan baik.

Hardware adalah suatu alat yang terlihat oleh mata, seperti layar LCD, mouse, atau keyboard. Sedangkan perangkat lunak adalah perangkat lunak yang mengisi komputer, seperti B. Sistem operasi dan berbagai aplikasi.

Selain software dan hardware, ada juga istilah firmware yang tidak banyak dikenal. Firmware ini sering disamakan dengan software, walaupun sebenarnya kedua istilah tersebut berbeda.

Definisi firmware

Firmware dalam bahasa indonesia sering disebut dengan firmware. Istilah ini mengacu pada perangkat lunak yang disimpan dalam memori hanya-baca dan tidak dapat diubah jika tidak dihidupkan. Firmware terdiri dari program komputer yang memungkinkan kontrol perangkat keras dengan mudah. Ini berarti firmware ini tertanam seperti di unit perangkat keras mana pun, i. H. B. dalam perangkat elektronik dan komponen komputer.

Perangkat keras dapat menyimpan komponennya meskipun firmware diubah. Sebagai perbandingan, firmware tersebut mirip dengan sistem operasi komputer. Komputer tanpa sistem operasi mungkin tidak berfungsi dengan baik. Pengguna tidak dapat mengeluarkan perintah untuk diproses oleh komputer. Ini sama dengan firmware.

Tanpa firmware di perangkat keras, perangkat keras tidak dapat menerima perintah untuk dijalankan. Namun, ada perbedaan antara firmware dan perangkat lunak, yang akan dibahas pada poin berikutnya.

Awalnya, firmware hanya memiliki memori hanya-baca (ROM) dan memori pemrograman hanya-baca (PROM). Jenis firmware ini bekerja secara permanen dan tidak dapat diperbarui dengan pembaruan tertentu.

Kemudian chip PROM berevolusi dan program di dalamnya dapat diperbarui, yang kemudian disebut EPROM (Erasable Programmable ROM). Meski begitu, EPROM itu mahal, butuh waktu lama untuk memperbaruinya, dan tidak terlalu praktis. Setelah itu, firmware berkembang kembali dengan memori flash yang lebih mudah digunakan dan lebih nyaman untuk diperbarui.

Perbedaan antara Firmware dan Software

Meski penggunaannya agak mirip, baik firmware maupun software memiliki perbedaannya masing-masing.

1. Dalam hal penggunaan

Software berguna untuk menghubungkan pengguna ke komputer, sedangkan firmware berguna untuk mengontrol hardware. Sebagai contoh kecil, Anda memerlukan perangkat lunak untuk mengetik sesuatu di komputer. Ada interaksi antara pengguna dan komputer yang dijembatani oleh perangkat lunak. Berbeda dengan traffic light yang bekerja berkat firmware built-in yang mengontrol traffic light sehingga bisa otomatis berubah warna dari merah, kuning dan hijau.

2. Ubah informasi di dalamnya

Perbedaan kedua adalah kebebasan pengguna untuk mengubahnya. Dengan software ini, pengguna dapat mengolah data, menganalisis data, menghasilkan data dan masih banyak lagi. Pengguna dapat memberikan masukan yang kemudian diolah oleh perangkat lunak. Berbeda dengan firmware yang sangat terbatas, pengguna tidak dapat mengubah ini meskipun mereka masih dapat meningkatkan.

3. Penyimpanan

Perbedaan ketiga adalah jumlah memori yang biasanya digunakan. Software biasanya membutuhkan memori yang relatif besar dibandingkan dengan firmware. Jumlahnya berkisar dari beberapa kB (Kilobyte) hingga GB (GigaByte). Memori yang digunakan untuk firmware sangat kecil, paling banyak beberapa kB.

4. Risiko Penggantian

Perbedaan keempat adalah resiko merubah firmware / software. Firmware tertentu dapat diganti dengan pembaruan firmware yang lebih lengkap. Namun, metodenya cukup rumit, dan jika tidak dilakukan dengan benar, perangkat keras mungkin tidak berfungsi sama sekali. Sementara itu, pengguna perangkat lunak memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam menghapus, memperbarui, dan mengganti dengan jenis lain tanpa mengkhawatirkan masalah perangkat keras.

5. Letak Memori

Perbedaan selanjutnya adalah dimana firmware / software disimpan. Firmware menyematkan memori langsung ke perangkat keras, sedangkan perangkat lunak menempati memori yang dapat diakses dengan lebih baik oleh pengguna komputer. Lagi pula, peranti lunak lebih sering diperbarui, dan informasi tentangnya sering berubah saat aplikasi berjalan. Berbeda dengan firmware yang hanya berubah ketika pengaturannya disesuaikan.

Lagi butuh jasa konsultan it majalengka? Jika iya, bisa kunjungi tautan tersebut ya!.