Sun. Sep 25th, 2022

Arsip Infografis – Rare elemen atau logam tanah jarang cukup populer beberapa tahun belakangan karena dianggap sebagai harta karun yang bisa mempengaruhi akselerasi ekonomi teknologi bahkan barge politik suatu negara. Menurut laman geologi rare elemen atau RI adalah 17 unsur kimia yang terdapat dalam tabel periodik.

minyak-bumi-tanah-jarang

Tepatnya di tengah tabel periodik nomor atom 21 39 57 dan 71. Golongan ini terdiri dari itrium dan 15 elemen lantanida termasuk lantanum, serum presidium, neodium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium dysprosium, holmium, erbium, thulium, iterbium dan lutetium.

Mengutip dari laman Shine history Hai logam-logam ini memiliki sifat flourescent konduktif dan magnet yang tidak biasa. Hal itu membuatnya sangat berguna ketika dicampur dalam sejumlah kecil logam yang lebih umum seperti halnya besi kegunaan reret adalah sebagai komponen tambahan dalam banyak teknologi yang sudah kita kenal termasuk smartphone, lampu LED dan mobil hybrid.

Beberapa elemen dari tanah jarang juga digunakan dalam penyulingan minyak, teknologi pesawat siluman dan juga teknologi nuklir. Penggunaannya lebih khusus terjadi di bidang kedokteran dan Manufaktur.

Selain itu unsurnya juga digunakan dalam usaha pertahanan yang signifikan misalnya untuk tampilan elektronik, sistem panduan bom, laser sistem radar dan juga sistem sonar. Jumlah rare elemen yang terkandung dalam suatu produk sangat beragam ada yang sedikit dan juga ada yang banyak.

Berdasarkan data survei geologis dari Amerika Serikat atau US Blues geological survey. Tiongkok menempati urutan pertama sebagai produsen terbesar dunia dengan produksi mencapai 168.000 Metrik ton pada tahun 2021.

Cadangan logam tanah jarang atau rare di negeri tirai bambu juga menjadi yang terbesar di dunia mencapai 44 juta metrik ton atau menguasai 36 % cadangan tanah jarang didunia.

Sedanbakan tanah jarang di Amerika tercatat sebagai yang terbesar kedua di dunia. Sebanyak 43.000 Metrik ton disusul dengan Myanmar yang memproduksi sekitar 26.000 Metrik ton logam tanah jarang dan Australia sebesar 22.000 Metrik ton.

Dominasi Tiongkok atas pesatnya pengembangan LPG di negara tersebut tidak bisa dilepaskan dari pengalaman mereka yang sudah cukup lama berkecimpung dalam pengelolaan mineral langkah. Sebab pengembangan logam tanah jarang di Tiongkok sendiri sudah dimulai sejak tahun 1986 dengan pengembangan riset dan teknologi yang sangat maju.

Komponen yang menggunakan logam tanah jarang berat di dunia seperti dysprosium berasal dari sumber tanah jarang Cina seperti deposit polymetallic baya Mongol. Di Australia juga ada tambang bronstein terletak 160 KM Tenggara holds great di utara Australia Barat saat ini sedang dilakukan pengembangan dan diposisikan untuk menjadi produsen dysprosium pertama yang signifikan di luar Cina.

Meningkatnya permintaan elpiji telah menekan pasokan global dan ada kekhawatiran yang berkembang bahwa dunia akan segera menghadapi kekurangan bahan tanah jarang. Dalam beberapa tahun dari tahun 2009 permintaan di seluruh dunia untuk elemen tanah jarang diperkirakan akan melebihi pasokan sebesar 40 ribu ton pertahun kecuali sumber-sumber baru yang besar dikembangkan.

Ekspor asam glugur

Pada tahun 2013 dinyatakan bahwa permintaan akan meningkat karena ketergantungan Uni Eropa pada elemen-elemen ini. Apalagi elemen tanah jarang tidak dapat digantikan oleh elemen lain dan RPJ memiliki tingkat daur ulang yang rendah.

Pemerintah China sempat membatasi jumlah perusahaan patungan China dan China asing yang dapat mengekspor logam tanah jarang dari China demi mengamankan pasokan dalam negeri. Akibatnya pada tanggal 29 agustus 2014 WTO memutuskan bahwa Cina telah melanggar perjanjian perdagangan bebas karena pembatasan ekspor logam tanah jarang Cina membuat mata rantai teknologi Eropa dan Amerika sangat menderita.

Akhirnya pada tanggal 5 Jan 2015 Cina mencabut semua hambatan ekspor tanah jarang namun izin export masih diseleksi dengan cukup ketat unsur tanah jarang.

Selain banyak terdapat di China? Australia, Afrika? Brazil dan Amerika kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Indonesia dan Myanmar diperkirakan memiliki cadangan 5% dunia. Indonesia belum memiliki data utuh terkait total sumberdaya logam tanah jarang karena masih minimnya penelitian terkait ldc di tanah air.

Namun berdasarkan buku potensi logam tanah jarang di Indonesia oleh pusat Sumber Daya Mineral, batubara dan panas bumi badan geologi Kementerian ESDM. Pada tahun 2019 sumberdaya logam tanah jarang yang berhasil diteliti di beberapa wilayah tercatat setidaknya mencapai 72 ribu ton berasal dari endapan placer dan endapan lateritik.

Pusat sumber daya wookie badan geologi pada tahun 2014 melakukan kajian untuk mengetahui potensi sumberdaya LTJ dalam endapan tailing di wilayah pulau Bangka dengan menggunakan metode interpretasi remote sensing. Hasil kajian menunjukkan tebal endapan tailing 4 m sampai dengan 6 m luas total endapan tailingnya 500.000 hektar sehingga diperoleh volume 5,5 miliar M3m Dengan kadar total elpiji 9,5 gram per M3.

Memang kadarnya masih cukup kecil karena dari bahan baku 1 m3 atau kalau diukur panjang satu meter tinggi 1 m lebar 1 meter kita hanya akan memperoleh kurang dari 10 gram logam tanah jarang.

Adapun sumber daya LTJ dari endapan lateritik yang diteliti dari beberapa wilayah mengandung 20 ribu ton. Sejumlah mineral yang mengandung LTJ seperti monasit, zircon dan xenotim merupakan mineral ikutan dari mineral utama seperti timah, emas, bauksit dan laterit nikel.

Berikut ini adalah daerah di Indonesia yang menyimpan sumberdaya tanah jarang.

1. Sumberdaya tipe plazer sebagai mineral ikutan timah. Logam tanah jarang deplacer banyak dijumpai di lokasi sumber daya timah karena sama-sama dalam endapan alluvial timah baik didarat shore ataupun di laut offshore. Semakin besar potensi timah semakin besar pula potensi LTJ.

Secara teoritis kandungan LTJ dalam mineral monasit sekitar 91 persen sampai 94 persen berikut ini daerah kaya LPG dengan tipe plasher yaitu:

– Kepulauan Riau sumberdaya monasiknya 2.268 ton
– Bangka Belitung sumberdaya monasiknya 1.707.211 ton
– Selatan Kalimantan Barat sumberdaya monasiknya 1176 ton.

2. Sumberdaya tipe endapan resep dual atau lateritik

Tipe ini merupakan tipe endapan yang mulai dikembangkan di beberapa negara penghasil logam tanah jarang.

Potensi elpiji tipe lateritik di Indonesia cukup besar Jika dilihat dari kondisi geologi dan iklim yang memungkinkan terjadinya endapan lateritik di Indonesia. Berikut daftar daerah yang mengandung logam tanah jarang dengan tipe endapan residual atau lateritik

– Pamenangan Sumatera Utara potensi logam tanah jarang nya 19.917 Ton dan biji 4,43 juta ton
– Ketapang Kalimantan Barat potensi LPJ 219 juta Ton dan biji satu gomas 93 juta ton
– Takan Sulawesi Barat potensi LTJ 1.416 ton dan biji 7,302 juta ton
– Banggai Sulawesi Tengah potensi 443 juta Ton dan bijih 1,502 juta ton

3. Daerah dengan tipe pelapukan atau ion adsorption

Potensi sumberdaya LTJ tipe adsorption ion khususnya yang terdapat di dalam endapan kaolin terdapat di daerah pulau Belitung tapi sayang masih belum dapat dihitung karena keterbatasan data yang diperoleh.

Walaupun dari hasil analisis kimia sudah menunjukkan adanya kandungan LPJ namun potensi ini masih sebagai indikasi LTH

4. Tipe LTD pada batubara

Meskipun penelitian tentang tipe ini masih terbatas namun berdasarkan kondisi geologi dan besarnya potensi batubara diIndonesia. Perkirakan potensi LTD pada batubara ke Indonesia cukup signifikan.

Penelitian antara lain sudah dilakukan di lapangan Sangatta Kalimantan Timur dan juga di BangkoSumatera Selatan. Adanya potensi LTD pada batubara memerlukan teknologi yang kompleks untuk ekstraksinya sehingga risetnya masih sangat terbatas.

Meskipun data dan peta sebaran logam tanah jarang Indonesia masih sangat minim. Gerak cepat untuk mampu mengekstraksi logam tanah jarang terutama yang banyak menempel pada logam mineral lain harus segera dilakukan.

China kemungkinan akan sangat sulit untuk membagi teknologi ekstraksi ini mengingat Cina menguasai pasar secara dominan. Indonesia bisa menggandeng America atau yang paling dekat adalah Australia.

Menggandeng negara di luar Cina juga cukup penting untuk menjaga rantai pasok dan stabilitas harga secara global. Kika teknologi ekstraksi ini tidak segera diterapkan maka kita akan kehilangan momentum sekaligus peluang untuk meningkatkan nilai tawar di pasar teknologi dunia.

Demikian sekilas mengenai potensi logam tanah jarang di Indonesia.