Wed. May 25th, 2022

Study yang sempat dilaksanakan mendapati jika ketidakberhasilan mendapati identitas, perselisihan dalam jalinan interpersonal, jadi korban kekerasan di dalam lingkungan persahabatan atau rumah tangga, dan jalinan yang tidak positif dengan orangtua tingkatkan peluang seorang untuk lakukan self-harm.

Self-Harm: Langkah Menahan dan Menangani

Tetapi sayang, lepas dari jumlahnya factor yang terkait dengan self-harm, riset yang dalam mengenai topik ini masih terhitung sedikit. Apakah itu self-harm dan bagaimanakah cara menanganinya? Baca keterangan ini.

Table of Contents

– Pengertian Self-Harm
– Langkah Menahan Self-harm: Tehnik 4D
– 1. Terlambat
– 2. Distract
– 3. Divert
– 4. Deep breathing

– Langkah Menangani Self-harm
– 1. Dalami A-Z mengenai self-harm
– 2. Tulislah apa yang terjadi sebelum serta sesudah kamu lakukan self-harm
– 3. Berbicara ke orang yang lain kamu yakin
– 4. Ke professional bila diperlukan

Pengertian Self-Harm

Self-harm ialah sikap sakiti diri kita yang sudah dilakukan secara menyengaja, umumnya sebagai langkah untuk hadapi emosi yang intensif, memperlihatkan ke seseorang hati yang sebetulnya dirasa, atau bahkan juga sebagai proses untuk meneruskan hidup dibanding akhirinya.

Saat sebelum pelajari langkah menangani dan menahan self-harm, ketahui dahulu transisinya.

Lewat self-harm, seorang dapat memperoleh ketenangan dan kelegaan sebentar pada emosi intensif yang dirasanya. Tetapi, ketenangan sebentar ini tidak menuntaskan akar permasalahan yang sebetulnya sedang ditemui, hingga sering hati malu, bersalah, atau bersedih ada kemudian, mengulang transisi self-harm dari sejak awalnya kembali.

Langkah Menahan Self-harm: Tehnik 4D

Lewat tehnik 4D, Terlambat, Distract, Divert, dan Deep Breathing, kamu dapat menahan peluang lakukan self-harm selanjutnya. Taktik-strategi di bawah ini bisa berguna di beberapa keadaan tetapi tidak di keadaan yang lain, atau kamu dapat semakin rasakan faedahnya bila menyatukan lebih satu taktik.

Tapi yang perlu dikenang ialah, taktik-strategi ini sebagai taktik periode pendek untuk menurunkan emosi intensif yang kamu alami atau menahan sikap self-harm, tetapi bukan taktik periode panjang yang bisa hilangkan pemikiran atau sikap self-harm keseluruhannya.

1. Terlambat

Nantikan 10 menit saat sebelum self-harming. Bila ini sukses, coba nantikan 20 menit, 30 menit, 1 jam, atau bahkan juga sehari. Penangguhan ini memberimu waktu untuk cari langkah lain untuk menghadapai dan mengurus emosi intensif yang dirasa waktu itu.

2. Distract

Kamu bisa memakai destruksi saat sedang mempunyai kemauan kuat untuk self-harm atau saat melakukan. Tehnik destruksi menjadi langkah yang bermanfaat untuk menyelami emosi sekalian menangani kemauan untuk sakiti diri kita ketika yang bertepatan.

Berikut destruksi yang dapat kamu coba:

– Catat perasaan dan pikiran yang mengusikmu di kertas, hancurkan kertas itu, robek-robek, dan buang kertas itu sebagai langkah untuk melepas dan mengikhlaskan pemikiran itu.
– Mengambil play-dough, regangkan atau pencet-pencet untuk menurunkan hatimu.
– Jalan-jalanlah keluar untuk menjauhi beberapa hal yang dapat memancingmu. Ada di ruangan public memberimu ruangan dan saat yang bisa kurangi kemauan untuk sakiti diri kita.
– Telephone temanmu dan berbicara dengannya. Topik yang dibahas tidak harus mengenai self-harm.
– Pakai seni untuk ekspresikan diri kamu, dapat dengan melukis atau memberi warna. Warna yang kamu tentukan waktu itu bisa mempresentasikan emosi yang kamu alami.
– Bermain dengan hewan piaraan.
– Dengar musik kencang-kencang atau permainkan alat musik.
– Saksikan film favoritmu.
– Konsentrasi ke satu perihal di sekelilingmu, suatu hal yang sederhana, lihat hal tersebut untuk waktu lama dan saksikan apa itu dapat membuat kamu terdistraksi dari pemikiran negatifmu waktu itu.

3. Divert

Kerjakan sebuah perlakuan yang hampir serupa dengan self-harm tetapi tidak mengakibatkan cidera, misalnya:

– Memegang es batu
– Mandi air dingin atau panas
– Memukul bantal atau samsat
– Makan suatu hal dengan cita-rasa kuat seperti cabe
– Pakai pulpen merah untuk menggambar di tempat kulit yang umum kamu cederai
– Gunakan karet di pergelangan tanganmu dan jepretkan ke tanganmu bila perlu

4. Deep breathing

Kalkulasi sampai 5 sekalian napas pelan-pelan, selanjutnya kalkulasi kembali sampai 5 sekalian buang napas pelan-pelan. Kamu dapat coba sistem rileksasi yang lain, seperti meditasi dan yoga.

Langkah Menangani Self-harm

Jika sudah terburu self-harm, harus bagaimana? Kerjakan cara berikut ini:

1. Dalami A-Z mengenai self-harm

Makin kamu pahami mengenai sikap self-harmmu, makin arif diri kamu dalam ambil beberapa keputusan yang terkait dengan self-harm. Kamu akan makin memahami beberapa hal apa yang memacumu untuk lakukan self-harm, kenapa kamu memakai self-harm sebagai langkah untuk menurunkan emosimu, atau akar permasalahan dibalik tindakan self-harm yang kamu kerjakan.

2. Tulislah apa yang terjadi sebelum serta sesudah kamu lakukan self-harm

Ini bisa menolongmu:

– Mengenal penyebab – Penyebab ialah beberapa hal yang membuat kemauan untuk self-harm. Ini terhitung tetapi tak terbatas dalam acara ulang tahun, anniversary, pemikiran atau hati tertentu, dan kesan fisik.
– Mengenal dorongan – Seperti apakah rasanya dorongan yang kamu alami saat sebelum self-harm? Dorongan itu kemungkinan ada pas saat sebelum kamu lakukan self-harm, misalnya:
– Pemikiran khusus “Aku perlu berasa lebih bagus saat ini”

– Emosi yang kuat seperti bersedih, patah semangat, atau geram

– Sensai fisik – napas pendek, jantung berdebar-debar kuat

– Putusnya jalinan dengan diri kita, berasa seperti di luar badan sendiri, mati rasa

3. Berbicara ke orang yang lain kamu yakin

Menceritakan ke beberapa orang paling dekat memanglah tidak akan menuntaskan masalahmu seutuhnya, tetapi sekurang-kurangnya kamu berasa tidak sendirian saat menjalankannya. Menceritakanlah pada beberapa orang yang hendak mendukungmu, tidak mengadilimu, dan pahami keadaanmu. Ada dukungan sistem yang positif di periode kritis semacam ini benar-benar menolong proses pengobatanmu.

4. Ke professional bila diperlukan

Sama seperti yang diterangkan awalnya, sikap self-harm umumnya sebagai salah satunya langkah untuk menyelsaikan hati intensif atau permasalahan yang ditemui, dan taktik-strategi penangkalan self-harm yang sudah disebut sebelumnya sebagai taktik periode pendek. Maknanya, ada permasalahan yang lain semakin besar dibalik sikap self-harm, dan diperlukan penuntasan dari permasalahan itu untuk hentikan sikap self-harm seutuhnya.

Bila diperlukan, pergilah ke professional yang bisa menolong mendapati resolusi dari masalahmu, seperti psikiater atau psikolog. Kamu dan professional akan bersama cari tahu akar permasalahan dari sikap self-harm yang kamu kerjakan dan akan kerja bersama cari jalan keluar dari permasalahan itu. Dengan ke professional, keinginannya tidak cuma sikap self-harm saja yang stop, tetapi akar permasalahan yang seringkali memacu self-harm akan mendapati resolusinya.

 

kunjungi juga terapi psikologi di jogja

By dzail