• Sat. Jun 19th, 2021

Terlambat Imunisasi Bayi, Bahayakah?

imunisasi bayi 1

Pada bayi dan balita, imunisasi dilaksanakan sesuai jadwal supaya pelindungan diberikan secara maksimal. Tetapi sayang, orangtua mungkin saja lupa hingga terlambat melakukan imunisasi bayi sesuai jadwal yang ditetapkan. Walau sebenarnya, imunisasi sangat penting untuk untuk si Kecil.

Kapan Imunisasi Bayi Diberikan?

Sampai saat ini, imunisasi masih dianggap sebagai cara yang sangat efisien dalam mencegah penyakit menular dan berbahaya. Imunisasi diberikan semenjak bayi baru lahir. Dengan catatan, bayi lahir cukup bulan dengan berat tubuh lahir di atas 2.500 gram.

Jika bayi Anda prematur, perlakuan imunisasi (seperti polio, DPT, hepatitis B dan HiB) dapat diundur hingga umur 2 bulan atau hingga berat tubuh capai lebih dari 2.000 gram.

Pada umumnya, pemberian imunisasi diberikan berdasar umur anak. Saat bayi baru lahir hingga umur setahun, ada banyak jenis imunisasi dasar yang wajib diperlengkapi. Misalkan, imunisasi BCG, DPT, hepatitis B, polio, campak, pneumokokus, HiB, dan rotavirus.

imunisasi bayi 2

Saat anak berumur 1-4 tahun, dilaksanakan imunisasi ulangan yang berperan untuk perpanjang periode kebal imunisasi dasar. Bentang umur ini jadi periode untuk melengkapi imunisasi yang belum diberikan.

Saat anak umur sekolah (5-12 tahun) dan remaja (13-18 tahun) tetap dapat diberikan imunisasi ulangan dan tambahan, seperti HPV dan hepatitis A. Dengan serangkaian jadwal yang panjang itu, bagaimana bila anak terlambat diimunisasi? Apa berbahaya?

Terlambat Imunisasi Bayi, Berbahaya atau Tidak?

Jawabnya ialah tidak. Bila imunisasi bayi terlambat dari jadwal yang ditetapkan, keefektivitasan vaksin akan tetap sama dan tidak menyusut. Tetapi, di kurun waktu anak tidak memperoleh imunisasi itu, mekanisme kebalnya tidak sekeras anak yang memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Anak juga rawan terkena penyakit.

Akan lebih berbahaya kembali jika bayi tidak diberikan imunisasi, terutamanya yang diberikan di bawah umur setahun. Anak di bawah umur setahun mekanisme ketahanan tubuhnya masih rendah hingga rawan sakit. Selain itu, anak Anda dapat menebarkan infeksi penyakit ke banyak orang dan menyebabkan pandemi.

Imunisasi Terlambat, Harus Lakukan Apa?

Bila hanya terlambat sekian hari dari jadwal yang ditetapkan, selekasnya membawa anak Anda ke dokter untuk melakukan imunisasi susulan. Tidak ada kata terlambat untuk memberinya imunisasi. Itu karena ada periode catch up immunization yang dapat dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan.

Walau dapat mengejar ketertinggalan imunisasi, tidak semua imunisasi yang terlambat dapat diberikan langsung. Misalkan, anak melewati imunisasi BCG karena itu perlu dilaksanakan pengecekan test mantoux lebih dulu untuk melihat pernahkah atau tidak terpapar kuman TBC.

Bila hasil pengecekan test mantoux negatif, imunisasi BCG dapat diberikan sesuai jumlah. Tetapi bila hasilnya positif, imunisasi BCG tidak dapat diberikan. Lebih dulu, dilaksanakan pengecekan skoring TB untuk mengawali penyembuhan TB.

Tips agar Tidak Terlambat Imunisasi

Aktivitas sering Anda membuat lupa untuk melakukan banyak hal, terhitung bawa si Kecil imunisasi. Berikut ada banyak tips supaya Anda tidak melewati jadwal imunisasi si Kecil.

1. Catat Jadwal Imunisasi
2. Baca Buku Kesehatan Ibu dan Anak
3. Minta Diingatkan Klinik atau Fasilitas Kesehatan yang Didatangi

Walau anak terlambat imunisasi, Anda bisa mengejar dan melengkapi imunisasi yang ada. Lebih baik mengejar ketertinggalan dibanding tidak memberinya imunisasi sama sekalipun. Pastikan kondisi kesehatan anak Anda dengan konsultasi lebih lanjut lagi sama dokter specialist anak sebelum imunisasi bayi susulan dilaksanakan.