Sat. Sep 24th, 2022

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sistem pengolahan yang memisahkan limbah biologis maupun kimiawi dari air, sehingga air bersih yang dihasilkan sanggup kembali digunakan.

Sistem IPAL tahap pertama yang dirancang oleh Badan Fasilitas dan Lingkungan BP Batam terdiri dari jaringan perpipaan yang dapat menyambungkan 11.000 tempat tinggal di permukiman kawasan Batam Center dengan instalasi Waste Water Treatment Plant (WWTP).

Di didalam WWTP, air limbah domestik yang tertampung tersebut dapat diolah menjadi hasil akhir pupuk kompos 18 m³ per hari, dan air bersih sebanyak 230 liter per detik.

Pembangunan IPAL oleh BP Batam ini salah satunya punya tujuan menciptakan air daur kembali sebagai sumber air baku alternatif bagi industri dan tempat tinggal tangga di Kota Batam.

Direktur Badan Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan, menambahkan, hasil akhir air baku dari proyek ini dapat direncanakan sanggup digunakan oleh kawasan industri pada th. 2022, dan bagi kepentingan tempat tinggal tangga pada 2025 mendatang.

“Harapan ke depannya, kita miliki sumber air baku tambahan di luar dari tujuh waduk yang ada di Kota Batam,” ujar Binsar.

Selain itu, proyek pembangunan IPAL termasuk berfungsi untuk mengatasi polusi air pada waduk dan area perairan lainnya, menciptakan keadaan lingkungan yang sehat dan higienis, serta tingkatkan layanan didalam rangka menarik investasi.

Sistem IPAL ini udah dibangun sejak April 2017, dengan bangunan WWTP berlokasi di area Bengkong Sadai.

Sementara itu, jaringan perpipaan dan lima stasiun pompa baru dibangun di wilayah awal Batam Center, sebab BP Batam lihat harus langsung mengalirkan air limbah dengan menggunakan Flow Meter Air Limbah domestik sehingga tidak mencemari area waduk Duriangkang dan tangkapan airnya.

 

By toha